Tampilkan postingan dengan label renungan dari kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan dari kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Petaka Emosi Si Kura-Kura


Seekor kura-kura sedang menyesali nasibnya yang kurang beruntung. Sejak lahir , dia belum melihat dunia diluar sana. Kata teman-temannya, dunia diluar sangatlah indah.

Dia sangat penasaran, “Seperti apa ya dunia di luar sana? Sayangnya, aku tak punya kaki yang bisa berlari kencang seperti kijang, atau sayap untuk terbang seperti elang. Bahkan, rumahku ini selalu menghambat langkahku.”

Kura-kura itu terus berpikir bagaimana agar dia dapay bertamasya melihat dunia luar. “Nah, aku dapat ide. Kenapa aku tidak minta tolong saja kepada dua belibis sahabatku,”katanya dalam hati.

Kemudian, diundangnya dua belibis sahabatnya itu. “wahai belibis sahabatku, aku sering mendengar keindahan alam diluar sana, tetapi seperti engkau lihat, aku tiada punya daya untuk menikmatinya. Bersediakah kalian menolongku?” pinta kura-kura itu.

“Tentu saja, saudaraku. Tetapi bagaimana caranya?” kata salah satu belibis.

Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya mereka menemukan cara yang tepat, menurut mereka tentunya.

Sebilah galah diangkat pada kedua ujungnya oleh dua belibis itu, sementara si kura-kura menyangkut ditengahnya dengan menggigit galah kuat-kuat.

Kemudian perjalanan dimulai.

“Kura-kura sahabatku, gigit kuat-kuat galah itu, jangan sampai lepas ya!” pesan belibis itu pada sahabatnya.

Tentu saja orang-orang heran melihat pemandangan itu dan takjub melihatnya.

“hai, lihatlah dilangit ada kura-kura terbang!”kata seseorang.

Yang lain menyahut, “Kura-kura itu tidak bisa terbang. Dia hanya dibonceng. Enak ya, seperti raja saja.”

Mendengar sindiran dan ejekan itu, kura-kura kesal. Tanpa berpikir panjang, dia berteriak, “Aku memang....” sebelum selesai berbicara, gigitan kura-kura itu lepas dan dia jtuh melayang ke bawah.

Brukk... Orang –orang berkerumun ingin menolongnya, tapi kura-kura itu tidak bernapas lagi.

Cerita ini saya kutip dari buku kaya tapi miskin, penerbit Mustamir

Disini sungguh banyak mengandung hikmah..

Jangan bertindak saat emosi,

lihatlah akibat fatal yang bisa diakibatkannya,

tenangkan diri dan dinginkan pikiran terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Bersyukurlah dengan yang kita miliki,

Terkadang yang kita anggap kekurangan kita adalah sebuah keistimewaan yang diciptakan Ilahi untuk melengkapi jiwa raga kita.

(Takaran yang ditetapkan Ilahi “MUSTAHIL” salah, Ia Maha Sempurna yang mengetahui segala sesuatunya)

Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa

Sabtu, 11 Juni 2011

Tak Seindah Mata Memandang

Suatu hari, nasrudin ditanya oleh seorang hakim yang terkenal korup, "Hai Nasrudin, kalau kamu disuruh memilih menjadi orang kaya atau orang bijaksana, mana yang kamu pilih?"

"Menjadi orang kaya," jawab Nasrudin tegas.

"Sayang sekali, orang seperti engkau yang dikenal arif ternyata salah memilih. Kalau aku tentu lebih memilih menjadi orang bijaksana."

"Wajar sekali, seseorang memang selalu menginginkan apa-apa yang tidak dimilikinya," jawab Nasrudin santai.

Kadang kala, kita ini salah memilih. Kita melihat yang diluar sana itu tampak indah, padahal barangkali tak seindah yang kita bayangkan.

Coba lihat hutan dari kejauhan. Tampak begitu indah. Hijau. Indah sekali. tetapi, ketika kita mendekatinya, ternyata banyak onak dan duri.

Demikian juga lautan yang dari jauh tampak begitu indah, ternyata kalau kita dekati banyak gelombang dan badai yang tak jarang membahayakan.

Jadi, yang belum menjadi milik kita belum tentu lebih baik dari apa yang sekarang menjadi milik kita.

Sumber: Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Kacamata Rasa

Seorang pria menemani istrinya memeriksakan diri ke seorang dokter. Dokter itu menyuruh pria itu menunggu di ruang tunggu.

Beberapa saat kemudian, dokter itu meminta perawat untuk mengambilkan obeng, dan dokter itu pun kembali ke ruang periksa.

Kemudian, dokter itu kembali lagi dan meminta diambilkan tang. Pria itu jadi khawatir terhadap keadaan istrinya.

ketika dokter itu keluar lagi dan minta diambilkan palu, maka pria itu bergeas mendekat dan bertanya kepada dokter, "Dokter, sebenarnya apa yang terjadi dengan istri saya?" Dokter itu menjawab gugup, "Maaf, Pak, saya belum tahu keadaan istri Bapak. Bahkan, sampai saat ini, saya belum berhasil membuka tas peralatan medis saya."

Ketika seorang guru membentak muridnya, maka belum tentu dia membeci muridnya itu. Bahkan, mungkin sebaliknya, karena cintanya kepada muridnya tersebut.

Ketika orang tua menolak permintan kita, maka ini tidak berarti mereka tidak menyayangi kita, bahkan sangat mungkin karena kasih sayangnya.

Allah Sang Maha Pengasih menampakkan kasih sayang-Nya dengan berbagai cara: terguran; pujian; musibah; atau kenikmatan. Bahkan, neraka pun diciptakan karena kasih sayang-Nya kepada manusia.

Sumber: Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Kasih Allah tak Terbatas

Karena hujan yang cukup lebat, banjir melanda sebuah pinggiran kota. Semua penduduk lari mengungsi kecuali seorang kiai. dengan keyakinan yang tinggi, dia tetap berada di masjid. Padahal, banjir sudah mulai menggenanginya.

Sebuah perahu penyelamat datang hendak mengevakuasi kiai itu, tetapi dengan teang kiai itu berkata, "Terima kasih, saya akan tetap bertahan disini."

Hujan semakin lebat, banjir semakin hebat, dan datanglah perahu kedua hendak menolong pak Kiai. Tetapi, lagi-lagi kiai itu menolak, "Terima kasih, saya percaya Allah akan menolong saya."

Hujan tak jua berhenti, sehingga keadaan sudah sangat gawat, tetapi ketika datang perahu ketiga, kiai itu tak juga mau dievakuasi. "Tuhan pasti menolong saya. Jadi saya akan tetap di sini."

Akhirnya, banjir menyapu masjid itu, dan nyawa kiai tak terselamatkan. Didepan Tuhan, kiai itu protes, "Ya Allah, aku sangat beriman kepada-Mu, tetapi mengapa Engkau tidak menolongku dari banjir?" Tuhan pun keheranan dan bersabda, "Apa? Bukankah aku sudah mengirim tiga perahu?"

Tuhan tak hadir dalam bentuk yang tidak bisa dipahami manusia.
Tuhan hadir dengan cara yang tak terbatas.
Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiran-Nya dibalik segala peristiwa.
Ada Tuhan dibalik kenikmatan.
Ada Tuhan dibalik kesusahan.
Ada Tuhan dibalik keberhasilan.
Ada Tuhan dibalik kegagalan.


Dia Hadir dalam keindahan lautan.
Dia Hadir d
alam indahnya pegunungan.
Dia Hadir dalam badai yang menakutkan.
Maupun gempa yang mengerikan.


Sumber : Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Jumat, 10 Juni 2011

Surat Cinta dari Tuhan

Tuhan bermaksud mengetahui tingkat ketakwaan hamba-hamba-Nya. Maka, diutuslah seorang malaikat yang ahli statistik untuk menelitinya.

Tanpa diduga, ternyata hamba yang bertakwa hanya 10 persen saja. Sedangkan, yang 90% masih durhaka.

Kemudian, Tuhan mengutus seorang nabi untuk memberikan pencerahan. Beberapa tahun kemudian, diadakan penelitian lafi, dan ternyata hasilnya tak jauh beda dengan yang pertama. Karena kasih sayang-Nya yang tak terbatas, diutuslah lagi seorang nabi untuk memberi peringatan.

Tetapi, setelah diadakan penelitian, ternyata hasilnya tetap: 10% bertakwa dan 90% durhaka.

Akhirnya Tuhan memutuskan untuk memberikan sebuah surat yang sangat luar biasa kepada 10% hamba-Nya yang bertakwa itu.

Apakah Anda Tahu apakah isi surat Tuhan itu?? Kalau Anda tidak tahu, berarti Anda tidak mendapatkan surat itu. kaacian dech luuu...

Kitab suci adalah surat yang luar biasa yang diwahyukan oleh Allah SWT. untuk kita. Kitab-kitab itu adalah "surat cinta" dari Tuhan untuk para hamba-Nya.
Kitab-kitab itu jangan hanya dijadikan hiasan rak buku belaka, tetapi untuk dibaca. Tetapi, membaca saja tidaklah cukup, perlu penghayatan makna-maknanya. Namun, penghayatan makna-makna itu dalam kehidupan pun belum cukup, masih perlu pengamalan makna-makna itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Agar kita termasuk yang 10 persen itu!!

Sumber : Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Menuai Benih Cinta Kasih

Seorang ibu bercerita kepada anaknya tentang bulan, "Anakku, dimalam hari, ada makhluk yang sangat menyeramkan. Dia bulat seperti mata raksasa yang melotot."

Ibu lainnya juga menceritakan tentang bulan kepada anaknya, "Anakku, dimalam hari, ada makhluk yang sangat indah. Dia bulat, besar, dan mengerluarkan cahaya yang menerangi bumi."

Pada suatu malam purnama, kedua anak itu bermain diluar rumah dan muncullah bulan. Anak pertama lari tunggang langgang karena ketakutan, sementara anak kedua berjingkrak-jingkrak kegirangan.

Berilah contoh bagaimana mencintai, jangan beri contoh bagaimana membenci;
Berilah contoh bagaimana berbagi, jangan beri contoh bagaimana mencuri;
Berilah contoh bagaimana merendahkan hati, jangan beri contoh menyombongkan diri.
Contoh adalah pendidikan.


Jika kita mendidik anak-anak kita dengan kebencian, maka anak-anak kita akan melihat dunia dengan mata kebencian; bila kita didik anak kita dengan kacamata cinta kasih, maka mereka akan melihat dunia dengan cinta kasih.

Sumber : Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Dunia untuk Akhirat

Dua orang dihadapkan kepada malaikat pengadil. Si Amin, sebutlah begitu, dengan tenang melangkah kedepan. "Aku pasti masuk surga yang tinggi karena sewaktu di dunia aku sangat rajin shalat. Jangankan yang wajib, yang sunnah saja tak pernah lupa ku jalankan," katanya dalam hati. Benar saja, setelah amalnya dihitung, malaikat berkata, "Kamu masuk surga VIP karena shalatmu bagus sekali".

Si Iman, sebutlah begitu, maju ke depan untuk dihitung amalnya di dunia. Setelah dihitung, ternayta shalatnya cukup baik walaupun tak sebagus Amin. "Memang, sewaktu didunia, waktumu lebih banyak kau pergunakan untuk bekerja menyepuh emas, sehingga shalatmu tak sebaik shalatnya si Amin. Kau masuk surga kelas ekonomi saja."

Keduanya dituntun oleh malaikat menuju tempatnya masin-masing. Tetapi, tiba-tiba, Tuhan bertitah, "Kau salah Malaikat! Bawa si Iman ke kelas VIP, sedangkan si Amin ke kelas ekonomi!"

"Mengapa begitu, Tuhan? Bukankah shalat si Amin lebih baik dari si Iman?" tanya malaikat.

"Memang benar, tetapi ketika shalat si Amin mengingat emas, sedangkan si Iman ketika menyepuh emas dia mengingat shalat."

Kita sering melupakan hakikat ibadah yang sebenarnya. Kita sering menggunakan ibadah untuk mengenyangkan nafsu-nafsu kita: kekayaan, kedudukan, ataupun kecantikan. Hakikat sebenarnya dari ibadah adalah menghadirkan Tuhan dalam diri kita. Shalat adalah menghadirkan Tuhan dengan merendahkan diri. Zakat adalah menghadirkan Tuhan dalam cinta kasih. Puasa adalah menghadirkan Tuhan dalam lapar dahaga. Haji adalah menghadirkan Tuhan dalam perjalanan sejarah hidup kita.

Sumber : Kaya tapi Miskin, karya Mustamir

Kamis, 09 Juni 2011

Kebesaran Hati Seorang Ibu

ibu memang manusia yang paling tulus yang diciptakan Ilahi untuk kita,
saat membicarakan tentang ibu, tak kan sulit saya meneteskan air mata karna begitu lembut na hati ini untuk sosok ikhlas yang diciptakan Allah ini, bahkan baginda Rasulullah Saw menyebutnya hingga 3 x.. "ibumu,, ibumu,, ibumu....".
Begitu tak terhingga kasih sayang yang diberikan seorang ibu, bahkan ia akan mengorbankan apapun yang ia miliki hanya untuk buah hatinya, ia rela membawa beban dalam perut nya selama 24 jam dalam waktu 9 bulan, rela mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan kita ke dunia ini. maka mengapa ada manusia keji yang tercipta mendurhakai ibunya????

saya menangis ketika membaca ini,,,,

Ibuku hanya memiliki satu kaki dan mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di rumah tetanggaku dan berjualan kue di sekolahku, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Ibuku terdiam hanya memandang.

Keesokan harinya di sekolah. ”Ibumu hanya punya satu kaki dan satu mata. ?!?!” Iieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu, Mengapa Ibu tidak punya satu kaki dan satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu. Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu dengan kaki pincang. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu kaki dan matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun, ibuku terus bekerja membelikanku baju, buku sekolah, membayar uang sekolah. Dan akhirnya aku lulus dan mendapat beasiswa masuk perguruan tinggi. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Jakarta untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika ibuku datang ke rumahku. Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Dengan terlihat kepanasan di wajahnya, berkeringat dan terengah-engah dengan kaki dan mata satunya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat bentuk ibuku yang gak karu-karuan. Kataku, “Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!” ”Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” ”KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!” Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,” dan ia pun berlalu dengan tongkat kakinya. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Jakarta. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja.

Di sana, kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

”Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan aku tidak akan pergi ke Jakarta lagi. Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sekali ? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan keadaan cacat fisiku.

Kau tahu, ketika kau masih dalam kandungan ibu mengalami kecelakaan , ketika ibu masih hamil seseorang telah dengan sengaja menabrak kaki ibu hingga patah. Tetapi untung kandungan ibu selamat, akhirnya ibu melahirkan bayi lucu yaitu kamu, tetapi sayang tuhan hanya memberikan mu satu mata .Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan mata satu. Maka aku berikan mata satuku kepadamu,. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu. Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, “Itu karena ia mencintaiku” Anakku! Oh, anakku!”


Akupun menangis sekeras dan memeluk ibuku erat-erat meminta maaf, namun sayang ternyata Ibuku sudah beberapa jam lalu meninggal dalam kesendiriannya.

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!
Disadur dari book of my mother.

Keputusan Hakim yang Bijaksana

Cerita ini terjadi di kota New York pada pertengahan 1930an ketika AS mengalami depresi ekonomi. Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan.

Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita yang dituduh mencuri septong roti. Wanita itu berdalih bahwa anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya. Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.

Hakim itu menghela nafasnya. Sebenarnya ia enggan menghakimi wanita ini. Tetapi ia tidak punya pilihan lain. "Maafkan saya," katanya sambil memandang wanita itu. "Saya tidak bisa membuat pengecualian. Hukum adalah hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda kamu sepuluh dolar, dan jika kamu tidak mampu membayarnya maka kamu harus masuk penjara sepuluh hari."

Wanita itu tertunduk, hatinya remuk. Tanpa disadarinya, sang hakim mencopot topinya, mengambil uang sepuluh dolar dari dompetnya, dan meletakkan uang itu dalam topinya. Ia berkata kepada pengunjung sidang:
"Saya juga mendenda masing-masing orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar lima puluh sen karena tinggal dan hidup di kota dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk menyelamatkan cucunya dari kelaparan. Tuan Bailiff, tolong kumpulkan dendanya dalam topi ini lalu berikan kepada terdakwa."

Akhir cerita, wanita itu meninggalkan ruang sidang sambil mengantongi empat puluh tujuh dolar dan lima puluh sen, termasuk di dalamnya lima puluh sen yang dibayarkan oleh penjaga toko yang malu karena telah menuntutnya. Tepuk tangan meriah dari kumpulan penjahat kecil, polisi New York , dan staf pengadilan yang berada dalam ruangan sidang mengiringi kepergian wanita itu.

sumber: http://relungterserpih.blogspot.com/2009/12/keputusan-hakim-yang-bijaksana.html

Sabtu, 04 Juni 2011

Malam Pertama yang mengesankan setelah mati

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak
saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ....jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama
ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga

Baca jika anda ada waktu untuk ALLAH.
Bacalah hingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi
anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.

ALLAH, bila saya membaca tulisan ini, saya pikir saya
tidak ada waktu untuk ini....
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar
bahwa pemikiran semacam inilah yang ....
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia
ini.

Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari
Jum'at......
Mungkin malam JUM'AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...

Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang
untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya
mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.
Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana
ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang
telah DIA berikan kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita
sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.

Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai
ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita
bangga mem "forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran ,
tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia
TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka
bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA
ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also
"believes" in ALLAH ).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan
email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali.,
tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10
kali untuk berkongsi?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai
mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda
karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti
apakah mereka suka atau tidak?.

Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau
akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap
anda.

Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini
kepada semua rekan mereka di rahmati ALLah SWT

sumber: note saudara yepi - http://www.facebook.com/yepi.andriyanto

Hai orang terperdaya
Renungkanlah kematian
Kesulitan
Penderitaan
dan kepahitannya ...
Janji kematian itu benar,
Ia cukup menggetarkan hati
Membuat mata menangis
Menakutkan banyak orang
dan Ia memutuskan
Segala kenikmatan serta angan-angan
Hai anak Adam ...
Pernahkah engkau memikirkan hari kematianmu ???
Perpindahan dari tempatmu ???
Pernahkah merenungkan saat engkau dipindahkan dari keluasan ke kesempitan ????/
Engkau diambil dari Kasur dan Pakaian .... Hingga Telanjang...?????
Ditutupi dengan batu-bata dan tanah ??
Janji Kematian itu benar,
Hai pengumpul harta ....
Demi Allah,
Engkau tidak lagi mempunyai Harta selain KAFAN ....
Bahkan demi Allah ...
Kafan itupun hancur dan rusak ...
Sedangkan tubuhmu,
Menjadi tanah ....
dan kembali ke TEMPAT ASALmu
Menunggu suatu masa yang tiada batas ....
Renungkanlah ....
sumber : http://arifaffandi.blogspot.com/2009/09/lagi-merenung.html